Kalian Anak Pramuka? Ini 6 Fakta Unik Pramuka Indonesia dan Dunia

Kalian Anak Pramuka? Ini 6 Fakta Unik Pramuka Indonesia dan Dunia


Halo broo and sis...
Ada yang masih ingat tepuk Pramuka? Kalau kita bayangkan pasti seru ya Pramuka itu (katanya) hehe..

Pramuka (Praja Muda Karana) . Pramuka adalah kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Namun, bukan sekedar itu. Pramuka juga ada sejarah dan fakta uniknya loh.
Penasaran? Ini 6 Fakta Unik Pramuka Indonesia dan Dunia


1. Sebutan pramuka di berbagai negara. Unik namun artinya tetap sama


Bagi orang Indonesia, gerakan kepanduan disebut sebagai Pramuka. Namun, penyebutan kepanduan di negara lain justru berbeda meskipun memiliki maknanya tetap sama.

Misalnya di Malaysia dan Brunei Darussalam, pramuka disebut dengan persekutuan pengakap. Di Lithuania, nama kepanduan menjadi skautija. Bahkan di negara Komoro, kepanduan diberi nama wezombeli.


2. Lambang WOSM, bendera pandu dunia dari Bapak Pandu Dunia


Mungkin kita suka bertanya-tanya tentang lambang pada pakaian pramuka. Salah satunya, lambang berwarna ungu yang menampilkan kelopak bunga berwarna putih dan seuntai tali dengan simpul. Nah, lambang tersebut merupakan simbol/lambang Pramuka Dunia atau biasa disingkat dengan WOSM (World Organization of the Scout Movement).

Lambang tersebut telah digunakan oleh Baden Powell atau dikenal sebagai Bapak Pramuka Dunia untuk disematkan kepada 22 anak laki-laki yang ikut serta berkemah pada 25 Juli - 2 Agustus 1907 di Pulau Bwonsea. Sejak saat itulah, seluruh gerakan kepandu di dunia memakai simbol/lambang tersebut pada pakaian mereka sebagai atribut wajib.


3. Raja Kesultanan Yogyakarta merupakan seorang Bapak Pramuka Indonesia


Jika Baden Powell adalah Bapak Pandu Dunia, Sri Sultan Hamengkubuwono IX merupakan Bapak Pramuka Nasional. Ada alasan mengapa Gubernur Yogyakarta masa bakti 4 Maret 1950 hingga 2 Oktober 1988 ini mendapatkan gelar Baoak Pandu Nasional. Hal tersebut karena beliau dapat mempersatukan gerakan pramuka di Indonesia pada masa 'kepanduan'

Tanggal 14 Agustus 1961 ialah titik puncaknya. Selain penganugerahan Panji Kepramukaan, pada saat yang sama juga diadakan pelantikan Kwarnas (Kwartir Nasional). Sri Sultan Hamengkubuwono IX menjadi Ketua Kwarnas(KaKwarnar) pertama dan menandai era gerakan pramuka Indonesia dimulai.


4. Tunas kelapa, lambang pramuka asli Indonesia. Beda banget dari negara lain, lho!


Adakah dari kalian yang bisa menemukan lambang pramuka Indonesia,tunas kelapa? Pasti tidaklah susah menemukan dikarenakan lambang gerakan pramuka Indonesia sangat berbeda dengan negara lain. Yups, lambang gerakan pramuka negara kita ialah tunas kelapa. Meski tampak berbeda dari negara lain, ada filosofi yang sangat mendalam dari lambang tersebut yang diperkenalkan oleh Sumardjo Armodipuro.

Tunas kelapa yang tumbuh memiliki isyarat pramuka sebagai inti dari kelangsungan bangsa yang lahir dari generasi penerus. Kelapa yang kuat dapat diartikan sebagai anggota Pramuka yang kuat dan gigih. Pohon kelapa juga dikenal punya akar kokoh dan batang yang tinggi memiliki kandungan makna bahwa anggota pramuka punya dasar yang kuat dan cita-cita tinggi. Buah kelapa yang serbabisa diartikan sebagai Pramuka berguna bagi bangsa dan negara.


5. Jambore, perkemahan yang tetap eksis meski berusia tak lagi muda


Aktivitas Kepramuka tak lengkap rasanya bila tidak mengadakan perkemahan, termasuk perkemahan Jambore. Perkemahan berskala besar tersebut kerap diadakan di tingkat nasional maupun dunia. Meski zaman telah berganti, Jambore tetap eksis hingga sekarang meski telah berusia 99 tahun sejak pertama kali digelar di Inggris pada tahun 1920 silam.

Tahun 2019 wakil Indonesia dikirim ke Virginia Barat, Amerika Serikat untuk mengikuti Jambore Dunia ke-24 pada 22 Juli - 2 Agustus 2019. Sebanyak 80 orang, yang terdiri dari 67 anggota pramuka berusia 14 sampai 17 tahun serta pimpinan kontingen dan pembina pendamping ikut serta dalam acara besar ini yang dihadiri oleh 45 ribu orang dari 150 negara seluruh dunia.


6. Indonesia mengenal Pramuka dari Belanda

Di Indonesia, kegiatan kepanduan pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Pada masa itu, kegiatan kepanduan tersebut diberi nama Padvinder yang tersebar di beberapa wilayah nusantara. Organisasi Padvinder ini, terbagi pada beberapa wilayah diantaranya Javasche Padvinderij Organisatie atau JPO, NATIPIJ, dan NIPV. Pada perkembangan selanjutnya, nama organisasi kepanduan tersebut berubah menjadi Pandu.

Demikianlah. Semoga postingan saya tentang 6 Fakta Unik Pramuka Indonesia dan Dunia bermanfaat untuk kita semua. Jika perlu silhkan di share.  Terimakasih! 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel